Wisata Unik, Berselancar "Bakudo Bono" di Sungai Kampar Riau
![]() |
Sumber: rianopio.blogspot.com |
Terdapat sebuah fenomena yang sungguh luar biasa menakjubkan
yang terjadi di hilir Sungai Kampar ini, yaitu sebuah fenomena gelombang yang
sangat besar yang terjadi di sungai, orang setempat menyebutnya dengan nama
Bono.
Bono merupakan gelombang yang sangat besar dengan ketinggian
gelombang bisa mencapai hingga 4-5 meter, bahkan menurut warga sekitar
gelombang ini bisa sangat tinggi. Fenomen ini sungguh merupakan fenomena yang
sungguh aneh, terdapat gelombang yang sangat besar bukan di lautan namun berada
di sungai air tawar.
Secara ilmiah gelombang Bono merupakan gelombang yang
terjadi akibat pertemuan arus gelombang antara laut dan sungai kampar di muara
sungai tersebut. Akibat pertemuan tersebut maka terjadilah gelombang yang
sangat besar. Jika dilihat dari bentuk Sungai Kampar dari muara, sungai ini
sangat lebar dan mengerucut ke arah hulu. Di muara Sungai Kampar ini juga
adanya pulau yang membelah sungai menjadi dua, pulau ini dinamakan Pulau Muda.
Banyak dongeng dan mitos yang beredar dimasyarakat tentang
gelombang Bono ini. Bono di Sungai Kampar ini meruapakan Bono Jantan, terdapat
tujuh ekor Bono yang berada di sungai ini. Bisa dilihat jika terjadi gelombang
tinggi Jumlah Gelombang Bono ini sebanyak tujuh ombak besar. Bono betina
menurut mitos tersebut berada di daerah Sungai Rokan. Jika pasang mati menurut
mitos ini Bono jantan akan pergi menemui Bono betina di sungai Rokan tersebut,
dan akan kembali ketika pasang besar.
Waktu terjadi gelombang Bono biasanya pada setiap tanggal
10-20 setiap bulanya pada penanggalan Melayu atau tahun Arab. Pada tanggal
tersebut penduduk setempat menyebutnya bulan besar atau bulan purnama. Selain
itu gelombang Bono ini akan terjadi pada posisi bulan mati atau pada tanggal 1
setiap bulannya pada penanggalan Melayu atau tahun Arab. Gelombang Bono ini
akan terjadi puncaknya pada akhir tahun yaitu sekitar bulan Noovember-Desember,
hal ini dikarenakan pada bulan ini sedang pada puncak musim hujan. Gelombang Bono
besar ini memiliki gemuruh sangat dahsyat. Menurut penuturan warga suara
gemuruh Bono ini akan terdengar biarpun jaraknya masih sangat jauh. Warga
setempat mengibaratkan jika kita mulai mendengar suara Bono lalu kita memasak
nasi, maka setelah nasi itu matang Gelombang Bono baru akan terlihat.
Pada musim Bono besar banyak wisatawan baik asing maupun
lokal yang datang untuk melakukan surving di atas gelombang tersebut. Banyak
juga diantara peselancar tersebut meruapakan warga lokal setempat. Warga
setempat menyebut berselancar di atas gelombang Bono ini dengan sebutan Bakudo
Bono.
Pemerintah Provinsi Riau khususnya kabupaten Pelalawan sudah
mulai memperkenalkan dan mempromosikan Gelombang Bono tersebut sebagai salah
satu objek Pariwisata di Riau. Karena Bono ini menjadi daya tarik yang sungguh
luar biasa bagi wisatawan yang ingin berselancar “Bakudo Bono” di sungai ini,
atau hanya ingin sekedar melihat bagaimana fenomena ini terjadi.
Demikian sedikit ulasan mengenai fenomena gelombang Bono di Sungai Kampar Provinsi Riau. Semoga bermanfaat bagi para traveller sekalian, khususnya sebagai bahan referensi untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang unik.